Sunday, December 19, 2010

Antara Mereka dan Kita

Silauan cahaya bulan,
di ombakan-ombakan air jernih yang sepi,
lazimnya kan sangat menenangkan.

Begitu juga deras bunyi air terjun yang kuat,
yang menjadi juzuk kepada alunan bunyi-bunyian hutan rimba,
di celah-celahan bukit bukau,
sangat mententeramkan.

Sehinggakan fitrah manusia itu,
rasa amat terbuai dengan kedamaian,
yang seolah tercipta pada mereka.

makhluk-makhluk ini,
tidak mahu menjadi khalifah,
sesungguhnya mereka takut,
sesungguhnya mereka bimbang,
mereka khuatir,
akan curang dan mengkhianatinya..

Adapun mahkluk-makhluk ini,
Di setiap harian yang melanda,
terus menerus mensucikan DIA,

zikir demi zikir diucapkan,
walau tidak difahami manusia,
tetap mereka teruskan,
luhur tunduk dan patuh pada perintah Allah subhanahu wata'ala,
Pencipta kepada setiap yang pernah mempunyai permulaan.

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(An-Nur : 41)
Tidakkah kamu tahu?

Wahai manusia-manusia yang diciptakan Allah dalam sebaik-baik bentuk..

Ketahuilah bahawa....
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
(Al-Isra' : 44)

bersambung.....




No comments:

Post a Comment